Daftar juara Liga Indonesia dari tahun 1931 sampai sekarang dimulai dari VIJ Jakarta pada kompetisi Perserikatan 1931 hingga Persib Bandung yang menjadi juara kompetisi kasta tertinggi musim 2025/2026. Sepanjang perjalanan tersebut, sepak bola Indonesia mengalami beberapa perubahan format dan nama kompetisi.
Perserikatan menjadi akar kompetisi antarklub anggota PSSI, sementara Galatama hadir sebagai kompetisi semi-profesional dan berjalan paralel mulai 1979. Keduanya kemudian dilebur menjadi Liga Indonesia pada 1994.
Karena sejarahnya panjang dan format kompetisinya beberapa kali berubah, penghitungan jumlah gelar sering menimbulkan perbedaan. Berikut daftar juara lengkap beserta penjelasan setiap era agar kamu bisa memahami perjalanan liga sepak bola Indonesia secara utuh.
Sejarah Singkat Liga Indonesia dari 1931 hingga Sekarang
Sejarah kompetisi sepak bola nasional tidak dimulai dari Liga 1. Jauh sebelum nama tersebut digunakan, kompetisi antarklub anggota PSSI telah berlangsung melalui Perserikatan.
Catatan sejarah Perserikatan menempatkan VIJ Jakarta sebagai juara edisi 1931. Setelah itu muncul PSIM Yogyakarta, Persis Solo, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, PSMS Medan, dan sejumlah klub lain sebagai kekuatan utama pada zamannya.
Perjalanan kompetisi kasta tertinggi Indonesia secara sederhana dapat dibagi menjadi beberapa fase:
- Perserikatan: 1931 hingga 1994
- Galatama: 1979 hingga 1994, berjalan paralel dengan Perserikatan
- Liga Indonesia Divisi Utama: mulai musim 1994/1995
- Indonesia Super League: mulai 2008/2009
- Liga 1: mulai 2017
- Super League: nama kompetisi kasta tertinggi pada musim 2025/2026
Pembagian periode ini penting. Jika seseorang bertanya siapa juara Liga Indonesia terbanyak, jawabannya bisa berbeda tergantung apakah penghitungan hanya dimulai sejak era profesional 1994/1995 atau juga memasukkan gelar Perserikatan.
FIFA sendiri pernah menerbitkan daftar juara kompetisi Indonesia mulai musim 1994/1995. Daftar tersebut dimulai dari Persib Bandung sebagai juara musim perdana Liga Indonesia hasil penyatuan kompetisi.
Daftar Juara Liga Indonesia dari Tahun 1931 Sampai Sekarang
Daftar juara Liga Indonesia dari tahun 1931 sampai sekarang perlu dibaca berdasarkan era kompetisinya. Hal ini karena Perserikatan dan Galatama pernah berjalan bersamaan sebelum akhirnya dilebur.
Untuk menjaga konteks sejarah, daftar utama berikut dimulai dari Perserikatan. Setelah itu, artikel membahas Galatama secara terpisah dan melanjutkan ke era Liga Indonesia sejak 1994/1995.
Daftar Juara Perserikatan 1931–1994
Perserikatan merupakan kompetisi bersejarah yang mempertemukan klub-klub anggota PSSI dari berbagai daerah. Format dan interval penyelenggaraannya berubah dalam perjalanan waktu, sehingga tidak semua musim menggunakan penamaan tahun yang seragam.
Berikut daftar juara Perserikatan dari 1931 hingga musim terakhir 1993/1994 berdasarkan arsip sejarah kompetisi.
| Tahun/Musim | Juara |
|---|---|
| 1931 | VIJ Jakarta |
| 1932 | PSIM Yogyakarta |
| 1933 | VIJ Jakarta |
| 1934 | VIJ Jakarta |
| 1935 | Persis Solo |
| 1936 | Persis Solo |
| 1937 | Persib Bandung |
| 1938 | VIJ Jakarta |
| 1939 | Persis Solo |
| 1940 | Persis Solo |
| 1941 | Persis Solo |
| 1942 | Persis Solo |
| 1943 | Persis Solo |
| 1951 | Persibaya Surabaya |
| 1952 | Persibaya Surabaya |
| 1954 | Persija Jakarta |
| 1957 | PSM Makassar |
| 1959 | PSM Makassar |
| 1961 | Persib Bandung |
| 1964 | Persija Jakarta |
| 1964/1965 | PSM Makassar |
| 1965/1966 | PSM Makassar |
| 1966/1967 | PSMS Medan |
| 1969 | PSMS Medan |
| 1971 | PSMS Medan |
| 1973 | Persija Jakarta |
| 1975 | Persija Jakarta dan PSMS Medan |
| 1978 | Persebaya Surabaya |
| 1978/1979 | Persija Jakarta |
| 1980 | Persiraja Banda Aceh |
| 1983 | PSMS Medan |
| 1985 | PSMS Medan |
| 1986 | Persib Bandung |
| 1986/1987 | PSIS Semarang |
| 1987/1988 | Persebaya Surabaya |
| 1989/1990 | Persib Bandung |
| 1991/1992 | PSM Makassar |
| 1993/1994 | Persib Bandung |
Ada beberapa catatan sejarah yang perlu diketahui. Persibaya merupakan nama yang digunakan klub Surabaya sebelum nama Persebaya digunakan. Sementara itu, kompetisi 1975 menghasilkan Persija dan PSMS sebagai juara bersama setelah pertandingan penentuan mengalami kericuhan dan PSSI menetapkan keduanya sebagai juara.
Catatan arsip sejarah juga memperlihatkan adanya sejumlah perbedaan pencatatan tahun pada sumber sekunder, terutama untuk kompetisi lama. Karena itu, artikel sejarah perlu membedakan antara tahun kalender dan penamaan musim.
Daftar Juara Galatama 1979–1994
Galatama atau Liga Sepak Bola Utama mulai bergulir pada 1979. Kompetisi ini berjalan paralel dengan Perserikatan sebelum kedua jalur tersebut digabung menjadi Liga Indonesia.
Galatama memiliki posisi penting karena membawa pendekatan semi-profesional dan profesional ke sepak bola klub Indonesia. Klub-klub seperti NIAC Mitra, Pelita Jaya, Krama Yudha Tiga Berlian, Yanita Utama, Arseto, dan Arema menjadi bagian penting dari era tersebut.
Berikut daftar juaranya:
| Musim | Juara |
|---|---|
| 1979/1980 | Warna Agung |
| 1980/1982 | NIAC Mitra |
| 1982/1983 | NIAC Mitra |
| 1983/1984 | Yanita Utama |
| 1984 | Yanita Utama |
| 1985 | Krama Yudha Tiga Berlian |
| 1986/1987 | Krama Yudha Tiga Berlian |
| 1987/1988 | NIAC Mitra |
| 1988/1989 | Pelita Jaya |
| 1990 | Pelita Jaya |
| 1990/1992 | Arseto |
| 1992/1993 | Arema Malang |
| 1993/1994 | Pelita Jaya |
Arsip Galatama mencatat NIAC Mitra dan Pelita Jaya masing-masing meraih tiga gelar, sedangkan Krama Yudha Tiga Berlian dan Yanita Utama masing-masing dua kali menjadi juara.
Galatama tidak boleh begitu saja dicampurkan dengan tabel Perserikatan berdasarkan urutan tahun karena keduanya sempat berjalan secara paralel. Inilah salah satu alasan daftar gelar klub Indonesia membutuhkan penjelasan konteks.
Daftar Juara Liga Indonesia Sejak 1994
Era baru dimulai pada musim 1994/1995. Perserikatan dan Galatama dilebur menjadi satu struktur kompetisi bernama Liga Indonesia.
Persib Bandung menjadi juara edisi pertama setelah mengalahkan Petrokimia Putra pada pertandingan final. Daftar FIFA mengenai juara Indonesia sejak 1994 juga menempatkan Persib sebagai juara musim pertama tersebut.
Berikut daftar juara kompetisi kasta tertinggi sejak penyatuan pada 1994 hingga musim 2025/2026:
| Musim | Juara |
|---|---|
| 1994/1995 | Persib Bandung |
| 1995/1996 | Bandung Raya |
| 1996/1997 | Persebaya Surabaya |
| 1997/1998 | Kompetisi dihentikan |
| 1998/1999 | PSIS Semarang |
| 1999/2000 | PSM Makassar |
| 2001 | Persija Jakarta |
| 2002 | Petrokimia Putra |
| 2003 | Persik Kediri |
| 2004 | Persebaya Surabaya |
| 2005 | Persipura Jayapura |
| 2006 | Persik Kediri |
| 2007/2008 | Sriwijaya FC |
| 2008/2009 | Persipura Jayapura |
| 2009/2010 | Arema Indonesia |
| 2010/2011 | Persipura Jayapura |
| 2011/2012 | Sriwijaya FC |
| 2013 | Persipura Jayapura |
| 2014 | Persib Bandung |
| 2015 | Kompetisi tidak selesai |
| 2016 | Indonesia Soccer Championship A: Persipura Jayapura |
| 2017 | Bhayangkara FC |
| 2018 | Persija Jakarta |
| 2019 | Bali United |
| 2020 | Kompetisi dihentikan |
| 2021/2022 | Bali United |
| 2022/2023 | PSM Makassar |
| 2023/2024 | Persib Bandung |
| 2024/2025 | Persib Bandung |
| 2025/2026 | Persib Bandung |
Daftar FIFA yang membahas sejarah juara sejak 1994 mengonfirmasi rangkaian awal kompetisi profesional Indonesia, sedangkan perkembangan terbaru dikonfirmasi oleh operator kompetisi.
Musim 2025/2026 menjadi catatan baru. Persib menjadi juara setelah mengakhiri musim dengan 79 poin, sama dengan Borneo FC, tetapi berada di posisi pertama berdasarkan mekanisme penentuan peringkat kompetisi. Operator liga menyebut pencapaian itu sebagai hattrick gelar setelah Persib juga menjadi juara pada 2023/2024 dan 2024/2025.
Daftar Juara Liga 1 dari 2017 hingga Sekarang
Daftar juara Liga 1 secara spesifik berbeda dengan daftar juara Liga Indonesia sejak 1931. Nama Liga 1 mulai digunakan pada musim 2017.
Bhayangkara FC menjadi juara pertama era Liga 1. Setelah itu, gelar berpindah ke Persija, Bali United, PSM Makassar, dan Persib Bandung.
Berikut daftarnya:
| Musim | Juara |
|---|---|
| 2017 | Bhayangkara FC |
| 2018 | Persija Jakarta |
| 2019 | Bali United |
| 2020 | Kompetisi dihentikan |
| 2021/2022 | Bali United |
| 2022/2023 | PSM Makassar |
| 2023/2024 | Persib Bandung |
| 2024/2025 | Persib Bandung |
| 2025/2026 | Persib Bandung |
Persib memastikan gelar 2024/2025 lebih awal setelah hasil Persebaya melawan Persik membuat pesaingnya tidak lagi mampu mengejar perolehan poin. Gelar tersebut membuat Persib menjadi juara secara beruntun setelah sebelumnya memenangi musim 2023/2024.
Setahun kemudian, Persib kembali mempertahankan gelarnya. Operator liga secara resmi mencatat klub Bandung tersebut sebagai juara BRI Super League 2025/26.
Siapa Juara Liga Indonesia Terbanyak?
Jawaban atas pertanyaan juara Liga Indonesia terbanyak harus disertai batasan era. Jika menghitung seluruh gelar kompetisi nasional sejak Perserikatan, hasilnya berbeda dengan penghitungan yang hanya menggunakan era Liga Indonesia setelah penyatuan pada 1994.
Inilah bagian yang sering membuat pembaca bingung. Sebuah klub bisa memiliki banyak gelar Perserikatan, tetapi jumlah gelarnya sejak Liga Indonesia 1994/1995 lebih sedikit.
Klub Tersukses Jika Menghitung Era Perserikatan
Dalam penghitungan sejarah Perserikatan dan penerus kompetisi nasional, Persija memiliki koleksi gelar yang sangat besar karena keberhasilan VIJ Jakarta pada era awal juga menjadi bagian dari sejarah klub tersebut.
Sementara itu, Persib, Persebaya, PSM, Persis Solo, dan PSMS juga mempunyai koleksi gelar besar dari era Perserikatan.
Namun, penghitungan lintas era perlu dilakukan dengan metodologi konsisten. Jangan mencampurkan gelar Galatama dan Perserikatan tanpa menjelaskan bahwa kedua kompetisi tersebut pernah berlangsung secara paralel.
Klub Tersukses Sejak Liga Indonesia 1994/1995
Jika penghitungan dimulai dari era penyatuan Liga Indonesia 1994/1995 sampai musim 2025/2026, Persib Bandung berada di posisi teratas dengan lima gelar.
Lima gelar Persib pada periode tersebut datang pada:
- 1994/1995
- 2014
- 2023/2024
- 2024/2025
- 2025/2026
Persipura Jayapura berada di bawahnya dengan empat gelar kompetisi liga utama pada 2005, 2008/2009, 2010/2011, dan 2013.
Persib menjadi semakin dominan setelah mencatat tiga gelar beruntun dari musim 2023/2024 hingga 2025/2026. Operator kompetisi menyebut keberhasilan musim 2025/26 sebagai hattrick juara.
Berapa Kali Persija Juara Liga Indonesia?
Pertanyaan berapa kali Persija juara Liga Indonesia memiliki dua jawaban tergantung rentang sejarah yang digunakan.
Jika memasukkan gelar Perserikatan sejak era VIJ dan gelar kompetisi nasional setelah 1994, Persija umumnya dihitung memiliki 11 gelar kompetisi liga nasional. Perinciannya adalah sembilan gelar pada jalur Perserikatan dan dua gelar setelah penyatuan kompetisi nasional.
Dua gelar Persija pada era Liga Indonesia modern diraih pada:
- 2001
- 2018
Sementara itu, sejarah Perserikatan mencatat gelar klub Jakarta tersebut melalui VIJ/Persija pada 1931, 1933, 1934, 1938, 1954, 1964, 1973, 1975 sebagai juara bersama PSMS, dan 1978/1979.
Jadi, jika pertanyaannya berapa kali Persija juara sejak Liga Indonesia dimulai pada 1994, jawabannya adalah dua kali. Jika memasukkan sejarah Perserikatan yang menjadi bagian perjalanan klub, totalnya 11 gelar.
Penjelasan rentang waktu ini penting agar angka yang digunakan tidak menyesatkan pembaca.
Siapa Juara Liga 1 2019?
Juara Liga 1 2019 adalah Bali United. Klub asal Pulau Dewata tersebut tampil dominan dan mengamankan gelar liga.
Keberhasilan itu menjadi awal periode penting Bali United di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Setelah kompetisi musim 2020 dihentikan, Bali United kembali menjadi juara pada musim 2021/2022.
Dengan demikian, Bali United tercatat memenangkan dua edisi liga yang selesai secara berurutan: 2019 dan 2021/2022.
Prestasi tersebut membuat Bali United menjadi salah satu klub paling sukses pada periode awal penggunaan nama Liga 1.
Siapa Juara Liga Indonesia 2014?
Juara Liga Indonesia 2014 adalah Persib Bandung. Gelar tersebut menjadi salah satu momen penting dalam sejarah modern Maung Bandung.
Persib mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali menjadi juara pada musim perdana Liga Indonesia 1994/1995.
Pada final 2014, Persib menghadapi Persipura Jayapura. Pertandingan berjalan ketat dan harus diselesaikan melalui adu penalti setelah skor tetap berimbang hingga perpanjangan waktu.
Gelar 2014 kemudian menjadi fondasi penting dalam daftar prestasi modern Persib sebelum klub tersebut kembali memasuki periode emas pada musim 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026.
Siapa Juara Liga Indonesia 2017?
Juara Liga 1 2017 adalah Bhayangkara FC. Musim tersebut merupakan edisi pertama kompetisi kasta tertinggi menggunakan nama Liga 1.
Bhayangkara dan Bali United sama-sama menyelesaikan kompetisi dengan 68 poin. Bhayangkara berada di posisi teratas berdasarkan regulasi penentuan peringkat yang berlaku.
Musim 2017 menjadi salah satu persaingan gelar paling menarik pada era Liga 1.
Keberhasilan Bhayangkara juga membuat klub tersebut tercatat sebagai juara pertama sejak kompetisi menggunakan identitas Liga 1.
Siapa Juara Liga Indonesia 2023?
Istilah “juara Liga Indonesia 2023” dapat merujuk pada musim 2022/2023. Juara kompetisi tersebut adalah PSM Makassar.
PSM memastikan gelar setelah menjalani musim yang konsisten. Keberhasilan itu mengakhiri penantian panjang klub Makassar untuk kembali menjadi juara kompetisi kasta tertinggi.
Sebelumnya, PSM pernah menjadi juara Liga Indonesia musim 1999/2000.
Jika yang dimaksud adalah kompetisi musim 2023/2024, juaranya adalah Persib Bandung. Perbedaan penamaan tahun kalender dan musim kompetisi perlu diperhatikan saat mencari data sejarah liga.
Daftar Juara Liga Indonesia yang Diakui FIFA, Apa Maksudnya?
Keyword “daftar juara Liga Indonesia yang diakui FIFA” sering menimbulkan kesalahpahaman. Perlu dibedakan antara FIFA menerbitkan daftar sejarah juara dan klaim bahwa FIFA secara khusus menentukan gelar domestik mana yang sah atau tidak sah.
FIFA pernah menerbitkan artikel daftar juara Liga Indonesia sejak musim 1994/1995. Daftar tersebut dimulai dari Persib Bandung, kemudian Bandung Raya, Persebaya, dan juara-juara berikutnya dalam era kompetisi nasional setelah penyatuan Perserikatan dan Galatama.
Namun, hal tersebut tidak berarti semua gelar sebelum 1994 otomatis “tidak diakui”. Perserikatan dan Galatama adalah bagian dari sejarah kompetisi sepak bola Indonesia, tetapi memiliki struktur dan jalur sejarah yang berbeda.
Karena itu, penyajian data yang lebih akurat adalah:
- gunakan era Perserikatan untuk sejarah kompetisi sejak 1931;
- tampilkan Galatama sebagai kompetisi yang pernah berjalan paralel;
- gunakan era Liga Indonesia modern untuk penghitungan sejak penyatuan 1994;
- gunakan era Liga 1 untuk periode mulai 2017;
- jelaskan batas era ketika membandingkan jumlah gelar.
Cara tersebut lebih informatif daripada hanya menyebut satu angka tanpa konteks.
Mengapa Kompetisi 1997/1998, 2015, dan 2020 Tidak Memiliki Juara?
Tidak setiap musim kompetisi sepak bola Indonesia menghasilkan juara. Dalam sejarah modern, ada beberapa kompetisi yang dihentikan atau tidak selesai.
Musim 1997/1998 dihentikan dalam situasi krisis nasional. Kompetisi 2015 juga tidak menghasilkan juara liga karena kompetisi berhenti di tengah musim.
Sementara itu, Liga 1 2020 dihentikan setelah pandemi COVID-19 mengganggu penyelenggaraan kompetisi.
Karena tidak menghasilkan juara liga, musim-musim tersebut sebaiknya ditulis secara jelas sebagai kompetisi dihentikan atau tidak selesai, bukan menghilangkannya begitu saja dari kronologi.
ISC A 2016 juga perlu diberi konteks tersendiri. Kompetisi tersebut dimenangkan Persipura Jayapura, tetapi menggunakan nama Indonesia Soccer Championship A dan hadir dalam situasi kompetisi Indonesia yang berbeda dari musim liga reguler biasa.
Persib Cetak Sejarah Baru pada Musim 2025/2026
Persib Bandung menjadi nama terbaru dalam daftar juara Liga Indonesia dari tahun 1931 sampai sekarang. Maung Bandung memastikan gelar BRI Super League 2025/26 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara pada pekan terakhir.
Pada saat bersamaan, Borneo FC menang 7-1 atas Malut United. Kedua tim akhirnya sama-sama mengumpulkan 79 poin, tetapi Persib tetap berada di posisi pertama berdasarkan mekanisme penentuan peringkat kompetisi.
Gelar tersebut terasa istimewa karena menjadi gelar ketiga Persib secara beruntun.
Urutannya adalah:
- juara Liga 1 2023/2024;
- juara Liga 1 2024/2025;
- juara Super League 2025/2026.
Semusim sebelumnya, Persib telah mencatat gelar back-to-back. Operator kompetisi mencatat kepastian juara musim 2024/25 terjadi setelah hasil Persebaya kontra Persik membuat poin Persib tidak lagi dapat dikejar.
Dengan keberhasilan terbaru, Persib kini memiliki lima gelar jika penghitungan dimulai sejak Liga Indonesia 1994/1995.
Fakta Menarik Daftar Juara Liga Indonesia
Perjalanan kompetisi sepak bola Indonesia selama hampir satu abad menghasilkan banyak fakta menarik. Beberapa klub berjaya pada era berbeda, sementara sebagian lainnya hanya menikmati masa keemasan dalam periode tertentu.
Berikut sejumlah fakta penting:
- VIJ Jakarta menjadi juara Perserikatan edisi 1931.
- Persis Solo mendominasi sejumlah edisi kompetisi pada periode sebelum kemerdekaan.
- Persija dan PSMS menjadi juara bersama Perserikatan 1975.
- Galatama berjalan paralel dengan Perserikatan mulai 1979.
- Persib menjadi juara terakhir Perserikatan 1993/1994.
- Persib juga menjadi juara pertama Liga Indonesia 1994/1995.
- Bhayangkara FC menjadi juara pertama era Liga 1 pada 2017.
- Bali United menjuarai dua musim liga yang selesai secara berurutan, yakni 2019 dan 2021/2022.
- PSM Makassar menjadi juara musim 2022/2023.
- Persib memenangkan tiga musim berturut-turut pada 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026.
Fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa sejarah kompetisi Indonesia tidak dapat dilihat hanya dari era Liga 1.
Klub-klub besar Indonesia memiliki sejarah yang melintasi beberapa generasi dan sistem kompetisi berbeda.
Pertanyaan Umum tentang Juara Liga Indonesia
Daftar juara Liga Indonesia dari tahun 1931 sampai sekarang sering memunculkan pertanyaan mengenai klub tersukses dan perbedaan jumlah gelar.
Berikut jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling banyak dicari.
Siapa Juara Liga Indonesia Terbaru?
Persib Bandung adalah juara kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim 2025/2026.
Operator kompetisi mengonfirmasi Persib sebagai juara BRI Super League 2025/26 setelah klub tersebut menyelesaikan musim di posisi pertama.
Siapa Juara Liga 1 2019?
Bali United menjadi juara Liga 1 musim 2019.
Klub tersebut kemudian kembali menjadi juara pada musim 2021/2022.
Siapa Juara Liga Indonesia 2014?
Persib Bandung menjadi juara Indonesia Super League 2014.
Persib mengalahkan Persipura Jayapura melalui adu penalti pada pertandingan final.
Siapa Juara Liga Indonesia 2017?
Bhayangkara FC menjadi juara Liga 1 2017.
Musim tersebut merupakan edisi pertama kompetisi kasta tertinggi menggunakan nama Liga 1.
Siapa Juara Liga Indonesia 2023?
PSM Makassar menjadi juara Liga 1 musim 2022/2023.
Jika yang dimaksud adalah musim 2023/2024, juaranya adalah Persib Bandung.
Berapa Kali Persija Juara Liga Indonesia?
Jika memasukkan era Perserikatan dan kompetisi setelah 1994, Persija memiliki 11 gelar liga nasional dalam penghitungan historis yang umum digunakan.
Jika hanya menghitung era Liga Indonesia sejak 1994/1995, Persija menjadi juara dua kali, yaitu pada 2001 dan 2018. Catatan Perserikatan menunjukkan rangkaian gelar VIJ/Persija sejak 1931 hingga 1978/1979.
Siapa Klub dengan Gelar Terbanyak Sejak Liga Indonesia 1994?
Persib Bandung menjadi klub dengan jumlah gelar terbanyak sejak musim 1994/1995 hingga 2025/2026, yakni lima gelar.
Persib menjadi juara pada 1994/1995, 2014, 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026. Gelar terbaru dikonfirmasi oleh operator kompetisi pada Mei 2026.
Kesimpulan
Daftar juara Liga Indonesia dari tahun 1931 sampai sekarang memperlihatkan perjalanan panjang sepak bola nasional yang melintasi Perserikatan, Galatama, Liga Indonesia, Indonesia Super League, Liga 1, hingga Super League.
VIJ Jakarta tercatat sebagai juara Perserikatan 1931, sedangkan Persib Bandung menjadi juara terbaru setelah memenangi Super League musim 2025/2026.
Penghitungan gelar perlu memperhatikan era kompetisi. Perserikatan dan Galatama pernah berjalan paralel, sedangkan Liga Indonesia modern baru dimulai pada musim 1994/1995 setelah penyatuan kedua jalur kompetisi tersebut.
Jika menghitung sejak Liga Indonesia 1994/1995 hingga musim 2025/2026, Persib Bandung menjadi klub tersukses dengan lima gelar. Maung Bandung juga mencatat tiga gelar beruntun pada 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026.
Sementara itu, jika sejarah Perserikatan dimasukkan, klub seperti Persija, Persib, Persebaya, PSM, Persis, dan PSMS memiliki warisan gelar yang jauh lebih panjang.
Karena itu, ketika membahas daftar juara Liga Indonesia terbanyak, selalu perhatikan titik awal penghitungannya. Perbedaan antara “sejak 1931”, “sejak Liga Indonesia 1994”, dan “sejak Liga 1 2017” akan menghasilkan jawaban yang berbeda.





